Tips Cara Mengolah Daging Kurban - Satu hari yang adanya cuma sekali dalam satu tahun, istimewa sekali pada kala itu. Hari Raya Idul Adha atau juga dikenal sebagai hari kurban. Pada kesempatan itu masyarakat menyembelih sapi atau kambing, khusus di daerah timur tengah banyak pula yang memilih unta. Lazimnya di negeri Indonesia tercinta ini, di waktu tersebut banyak yang menerima daging kurban. Kadang tidak sedikit yang kurang paham bagaimana mengolahnya. Setidaknya, ada dua hal yang penting untuk kita pahami.
Pertama, bahwasannya daging kurban itu pasti dari kambing atau sapi yang sudah dewasa. Ini memang salah satu prasyarat dalam berkurban. Dari sini pastilah dagingnya tidaklah empuk layaknya kita makan sate yang dari kambing muda.
Kedua, tata cara mengolah selepas penyembelihan berbeda dengan hewan kambing yang akan dikonsumsi sendiri atau di jual di rumah makan atau warung sate misalnya. Jamaknya, hewan kurban setelah disembelih langsung dikuliti dan dicuci bersih. Terkadang pula ditemui, dicampur antara jeroan dan daging.
Selanjutnya, di sini kita akan bahas beberapa tips dalam pengolahan daging kambing kurban.
1. Cara Mencegah Bau Prengus
Sebelum ke teknis prosesnya, perlu dipahami bahwa daging kambing tidak boleh langsung dicuci. Sebab ini berakibat baunya prengus akan bertambah kuat. Untuk cara yang tepat, setelah penyembelihan sebaiknya daging di gantung. Cara ini dinamakan sebagai aging, yakni pengeluaran darah yang tersisa dan untuk melemaskan daging.
2. Cara Mengempukkan Daging
Untuk cara yang benar dalam mengempukkan adalah memberikan parutan nanas muda pada daging. Cuma, janganlah terlalu lama sebab nanti bisa menghancurkan dagingnya. Patok waktunya sekitar 5 sampai 10 menit saja sudah cukup.
Inilah solusi dari permasalahan daging kurban yang biasa muncul setiap tahunnya. Semoga bermanfaat dan bisa dibagi pula cara ini kepada orang lain.


